MARABAHAN, onlinesinarbarito.com – Wakil Bupati Barito Kuala, Herman Susilo, menghadiri perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan sekaligus meresmikan Candi Bentar Kahyangan di Balai Adat Desa Dwipasari, Sabtu (29/11/2025).
Dalam sambutannya, Wabup Herman Susilo menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk hadir dan meresmikan bangunan adat tersebut.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih karena telah dipercaya untuk menghadiri acara ini. Jika kita diundang oleh para tokoh di sini, artinya kita dihormati, dan itu saya banggakan. Saya sangat menghargai undangan ini karena merupakan wujud silaturahmi yang semakin erat. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama memikirkan dan mencari solusi atas berbagai permasalahan, khususnya di desa ini. Selamat Hari Raya Galungan, Kuningan, dan selamat atas berdirinya Candi Bentar ini,” ucapnya.
Herman juga menyampaikan kebanggaannya terhadap kerukunan dan pelestarian budaya masyarakat Bali di Desa Dwipasari.
“Saya bangga karena di Desa Dwipasari ini terjalin silaturahmi yang kuat. Hubungan antarumat beragama berjalan baik. Saya juga bangga dengan adat Bali. Setiap pagi saya melihat anak-anak memakai kebaya, itu luar biasa. Saya sejalan dengan keinginan Pak Kades untuk menjadikan desa ini sebagai desa wisata. Namun yang paling penting adalah menjaga budaya dan warisan yang ada. Jangan sampai hilang—baik tariannya, makanannya, maupun permainan tradisionalnya,” tuturnya.
Ia turut mengingatkan pentingnya melestarikan bahasa Bali di kalangan generasi muda.
“Ibu dan Bapak sekalian, ajari anak-anak bahasa Bali agar tidak hilang. Jangan sampai sudah besar, tetapi tidak tahu bahasa Bali, padahal identitas itu harus kita jaga. Ini tanggung jawab kita terhadap anak-anak dan generasi penerus,” tambahnya.
Herman juga menyinggung pentingnya menjaga budaya agar tidak punah.
“Jangan sampai budaya di sini mengalami hal yang sama. Saya secara pribadi, dan mungkin juga pemerintah daerah, siap mendukung kegiatan-kegiatan yang ada di sini. Kita harus memahami permasalahan bersama, menjalin interaksi sosial, tidak hanya dengan tokoh masyarakat tetapi juga dengan pihak perusahaan. Karena kenyamanan warga, kegiatan, dan ibadah akan berdampak pada terciptanya keamanan wilayah,” jelasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Camat Wanaraya, Danramil, Kapolsek Wanaraya, Kepala Desa Dwipasari, seluruh kepala desa se-Kecamatan Wanaraya, ketua adat, serta tokoh masyarakat Dwipasari.
Kegiatan ditutup dengan prosesi pemotongan pita dan penandatanganan peresmian Candi Bentar oleh Wakil Bupati Barito Kuala. (adv/sb).
Sinar Barito Pemersatu Banua