“Kolak Kita” Cara Disdukcapil Bartim Mendekatkan Identitas Hukum ke Anak-Anak TK

TAMIANG LAYANG, onlinesinarbarito.com – Di sebuah pagi yang cerah di Kecamatan Dusun Timur, suasana Taman Kanak-Kanak berbeda dari biasanya. Anak-anak yang biasanya sibuk dengan permainan dan kegiatan belajar, kini tampak berbaris rapi sambil memegang dokumen kecil formulir data diri untuk membuat Kartu Identitas Anak (KIA).

Wajah mereka polos, sebagian tampak bingung, namun antusiasme tetap terlihat, apalagi ketika para guru dan petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Barito Timur datang menyapa dengan ramah.

Momen seperti inilah yang menjadi gambaran dari Program “Kolak Kita” Kolaborasi Layanan Administrasi Kependudukan Kartu Identitas Anak yang baru saja diluncurkan Disdukcapil Barito Timur. Program ini menyasar seluruh TK di Kecamatan Dusun Timur, total 31 TK, dengan tujuan sederhana namun sangat fundamental memastikan setiap anak memiliki identitas hukum sejak dini.

Kepala Disdukcapil Barito Timur, H. Muslim Raharjo, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi hak dasar anak atas identitas.

“Kerja sama ini dilakukan untuk memudahkan anak-anak mendapatkan KIA sekaligus memperkuat perlindungan terhadap anak. KIA memiliki banyak manfaat penting, mulai dari kemudahan akses layanan pendidikan dan kesehatan hingga perlindungan sosial dan identitas hukum,” ujarnya.

Dengan mendatangi sekolah-sekolah, Disdukcapil ingin memastikan tidak ada lagi alasan kendala jarak, waktu, atau kurangnya akses informasi yang membuat KIA anak terbengkalai.

Program “Kolak Kita” juga merupakan tindak lanjut arahan Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, pada kegiatan Penyerahan KIA Serentak se-Kalimantan Tengah saat peringatan Hari Anak Nasional ke-41 dan Hari Keluarga Nasional 2025.

Selain itu, gagasan ini juga menjawab rekomendasi hasil Rapat Kerja Komisi I DPRD dengan Disdukcapil beberapa waktu lalu. Dalam beberapa tahun terakhir, Disdukcapil Barito Timur berupaya melakukan berbagai terobosan pelayanan.

Salah satu yang dinilai paling membantu masyarakat adalah layanan three in one setiap pengajuan akta kelahiran otomatis menghasilkan KK baru dan KIA sekaligus. Meski begitu, Muslim mengakui masih ada anak yang belum memiliki KIA karena sejumlah kendala teknis di lapangan. Program “Kolak Kita” hadir sebagai solusi untuk menutup celah tersebut.

Tak berhenti di situ, Disdukcapil juga menggandeng para pelaku usaha di Tamiang Layang agar KIA tidak hanya berhenti sebagai kartu identitas, tetapi memberikan nilai tambah. Pemegang KIA dapat memperoleh diskon perlengkapan sekolah, produk anak, dan berbagai bentuk kerja sama lain yang kini tengah disiapkan.

“Jadi KIA tidak hanya menjadi dokumen identitas, tetapi juga memberi manfaat bagi anak dan orang tua,” jelas Muslim. Di tengah upaya memperluas layanan, Muslim juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap praktik calo yang sering menawarkan jasa pengurusan dokumen kependudukan.

“Jangan menggunakan jasa orang lain, calo, atau jalur tidak resmi yang rawan pungli. Semua layanan administrasi kependudukan, termasuk penerbitan KIA, gratis tanpa biaya,” tegasnya. Program “Kolak Kita” menjadi bagian dari langkah besar pemerintah mewujudkan visi Barito Timur SEGAH Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah, dan Harmonis.

Intinya pelayanan publik harus hadir, mudah, dan terasa manfaatnya oleh masyarakat sampai ke level paling dasar, termasuk anak-anak usia TK. Di balik setiap KIA yang dicetak, ada harapan agar anak-anak Barito Timur tumbuh dengan identitas yang jelas, akses yang lebih mudah ke layanan publik, dan perlindungan hukum yang lebih kuat.

Dan pagi itu, ketika seorang anak kecil menggenggam KIA-nya sambil tersenyum malu-malu, terlihat bahwa upaya ini bukan sekadar program. Ia adalah investasi bagi masa depan masa depan yang dimulai dari sebuah kartu kecil, dan sebuah nama yang diakui negara. (adv/sb).