BANJARMASIN, onlinesinarbarito.com, β Pemerintah Kota Banjarmasin terus melakukan pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih guna mewujudkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang lebih modern dan ramah lingkungan. (2/1/2026).
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, mengatakan pembenahan difokuskan pada perubahan metode pengelolaan dari sistem terbuka menjadi sanitary landfill sesuai regulasi yang berlaku.
Ia menyampaikan, saat ini TPAS Basirih masih berada pada tahap rehabilitasi. Pemerintah terus melakukan perbaikan, termasuk penanganan sisa limbah yang menghasilkan air lindi di sejumlah titik.
Menurutnya, kondisi saluran air lindi mulai menunjukkan perbaikan dan telah berada di bawah ambang batas baku mutu, sehingga dinilai aman. Namun, masih terdapat beberapa catatan dari pemerintah pusat yang harus diselesaikan, termasuk penataan sistem pemisahan air lindi dan air hujan.
Pemerintah kota juga terus melakukan evaluasi agar TPAS Basirih yang menjadi satu-satunya lokasi pengelolaan sampah milik daerah tersebut dapat kembali difungsikan secara optimal.
Selain pembenahan infrastruktur, pemerintah mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah melalui pemilahan sejak dari sumber serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Ke depan, TPAS Basirih direncanakan dikembangkan menjadi tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dengan fasilitas yang lebih representatif di beberapa zona, sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan secara menyeluruh.
Diketahui, TPAS Basirih sebelumnya mendapat sanksi penutupan dari pemerintah pusat sejak Februari 2025 karena masih menggunakan sistem pembuangan terbuka. Kondisi tersebut turut memicu status darurat sampah di Kota Banjarmasin, dengan produksi sampah harian mencapai sekitar 600 ton.
Pemerintah Kota Banjarmasin berharap pembenahan ini dapat segera memenuhi seluruh ketentuan, sehingga pengelolaan sampah di daerah tersebut berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. (adv/sb).
Sinar Barito Pemersatu Banua