BANJARMASIN, onlinesinarbarito.com – Pemerintah Kota Banjarmasin melepas 15 delegasi tenaga kerja sekaligus penerima beasiswa untuk bekerja di Jepang melalui program kerja sama dengan Kaikoukai Healthcare Corporation. Pelepasan delegasi angkatan keempat tersebut berlangsung di Aula Balai Kota Banjarmasin, Rabu (18/2/2026).
Delegasi tersebut dilepas secara resmi oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman serta sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Dalam kesempatan itu, Ananda menyampaikan bahwa para peserta tidak hanya menjalani pekerjaan di Jepang, tetapi juga membawa misi sebagai duta budaya Banjar. Mereka diharapkan mampu memperkenalkan identitas dan nilai budaya daerah selama menjalani masa kerja di Negeri Sakura.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas keberlanjutan program kerja sama tersebut yang kini telah memasuki angkatan keempat. Meski tidak seluruh peserta berasal dari Kota Banjarmasin, pusat pelatihan program tersebut berada di kota ini dan telah menjadi bagian dari pengembangan tenaga kerja di Kalimantan Selatan.
“Walaupun ini pengiriman terakhir dalam skema saat ini, kami berharap kerja sama tidak berhenti sampai di sini karena manfaatnya sangat besar bagi generasi muda,” ujar Ananda.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus menjajaki peluang kerja sama lain di bidang ketenagakerjaan dengan berbagai pihak guna membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Koordinator Pelaksana Kerja Sama Machli Riyadi menjelaskan bahwa sejak program ini dimulai, lebih dari 60 peserta telah diberangkatkan ke Jepang dari angkatan pertama hingga keempat.
Sebelum diberangkatkan, para peserta menjalani pendidikan bahasa dan budaya Jepang selama sekitar satu tahun. Selain itu, mereka juga mendapatkan penguatan identitas budaya Banjar agar tetap membawa nilai-nilai lokal selama bekerja di luar negeri.
Machli menambahkan, seluruh pembiayaan program mulai dari pelatihan bahasa Jepang, biaya ujian, hingga keberangkatan ditanggung oleh Kaikoukai Healthcare Group. Pemerintah daerah berperan dalam proses fasilitasi, seleksi, serta penjaminan mutu peserta.
Program ini menggunakan skema kerja sama Government to Business (G-to-B), di mana pemerintah daerah bekerja sama langsung dengan perusahaan di Jepang tanpa menggunakan anggaran pemerintah untuk pembiayaan peserta.
Setiap peserta memiliki kontrak kerja selama lima tahun. Berdasarkan pemantauan terhadap peserta angkatan sebelumnya, sebagian besar merasa nyaman bekerja di Jepang dan bahkan berkeinginan memperpanjang masa kerja mereka.
Machli menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak benar-benar berakhir, namun akan menyesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja dan kebijakan dari pihak Jepang di masa mendatang. (adv/sb).
Sinar Barito Pemersatu Banua