Sawit Kalsel Tetap Kuat Hingga Akhir Februari

BANJARMASIN, onlinesinarbarito.com – Sektor perkebunan kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus menunjukkan tren positif dengan harga tandan buah segar (TBS) mencapai Rp3.437 per kilogram hingga akhir Februari 2026. (28/02/2026)

Kepala Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, Suparmi di Banjarbaru, Sabtu, menyampaikan, penguatan harga tersebut merupakan kelanjutan dari dinamika positif yang terjadi sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan rekapitulasi data Disbunnak Kalsel tahun 2025 menjadi tahun yang cukup dinamis bagi industri sawit, yakni puncak terjadi pada awal tahun di Januari 2025 yang mencatat harga tertinggi di angka Rp3.550,69 per kg untuk kelompok umur 10-20 tahun.

Sementara itu, titik terendah pada Juli dengan harga Rp3.062 lebih per kg seiring dengan penurunan indeks K dan harga CPO global.

Memasuki tahun 2026, ungkap dia, pasar semakin menguat dan kenaikan harga terjadi di semua kategori umur tanaman.

“Kelompok umur 10-20 tahun tetap konsisten sebagai penghasil harga tertinggi, mencapai Rp3.437,73 per kilogram pada akhir Februari 2026,” jelas Suparmi

Menurut dia, kenaikan ini didorong oleh beberapa indikator pasar utama yang solid, diantaranya yaitu, harga CPO berada di kisaran Rp14.365,44 pada periode II Februari 2026.

Kemudian harga Inti Sawit mengalami lonjakan signifikan ke titik tertinggi Rp12.392,61, dan Indeks K terjaga stabil di level 91,55 persen.

Stabilitas Indeks K dan penguatan harga komoditas pendukung (CPO & Inti Sawit) menjadi faktor utama yang menjaga optimisme pasar sawit di Kalimantan Selatan pada awal tahun 2026 ini.

Membaiknya harga TBS Kelapa Sawit berkontribusi pada naiknya nilai tukar petani (NTP) perkebun tahun 2025 mencapai 149,31 persen sebagai indikator peningkatan kesejahteraan pekebun termasuk pekebun kelapa sawit.

“Stabilitas ini menjadi modal berharga untuk menjaga margin pendapatan petani kita tetap terjaga,” kata Suparmi.

Bercermin dari kondisi pasar saat ini, sektor kelapa sawit Kalsel diprediksi akan terus menjadi motor penggerak ekonomi yang stabil di Kalsel sepanjang tahun 2026. (adv/sb)