PKB Apresiasi Dukungan Pemda terhadap Raperda Pengelolaan Kelompok Tani di Murung Raya

PURUK CAHU, onlinesinarbarito.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPRD Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, mengapresiasi pandangan pemerintah daerah yang mendukung Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif DPRD tentang Pengelolaan Kelompok Tani.

Apresiasi tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi PKB, Mahyono, dalam rapat paripurna terkait tanggapan pemerintah daerah terhadap raperda tersebut di Puruk Cahu, Selasa (10/3/2026).

“Fraksi PKB menilai Raperda tentang Pengelolaan Kelompok Tani merupakan langkah penting untuk memberikan kepastian hukum, sekaligus memperkuat pembinaan serta pengelolaan kelompok tani secara berkelanjutan,” ujarnya.

Fraksi PKB juga mendorong pemerintah daerah bersama DPRD untuk memberikan pembinaan berkesinambungan kepada kelompok tani. Dengan demikian, keberadaan kelompok tani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, PKB mengusulkan agar pemerintah daerah bersama DPRD melakukan inventarisasi berbagai jenis komoditas pertanian yang berpotensi menjadi produk unggulan Kabupaten Murung Raya.

Menurut Mahyono, sektor pertanian memiliki potensi besar sebagai pilar pembangunan jangka panjang. Jika dikelola dan dibina secara optimal, sektor ini diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam 10 hingga 15 tahun ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Fraksi PKB juga meminta dinas terkait untuk menyampaikan data jumlah kelompok tani yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) di Murung Raya.

Selain itu, mereka juga ingin mengetahui jenis usaha pertanian yang paling diminati serta memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh masyarakat setempat.

“Fraksi PKB berharap melalui pembahasan bersama antara DPRD dan pemerintah daerah, Raperda ini dapat disempurnakan sehingga menjadi peraturan daerah yang mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani dan pembangunan sektor pertanian,” tutup Mahyono. (asd/sb).