PURUK CAHU, onlinesinarbarito.com – Kondisi keuangan daerah yang semakin terbatas menjadi tantangan serius bagi pembangunan di Kabupaten Murung Raya. Penurunan dana transfer dari pemerintah pusat serta melemahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai mempersempit ruang fiskal pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, H. Johansyah, S.E., M.I.P., mengatakan situasi tersebut menjadi ujian bagi pemerintah daerah sekaligus masyarakat untuk tetap menjaga optimisme dan memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara efektif.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan dan pembangunan. Yang terpenting adalah memastikan setiap anggaran yang tersedia digunakan secara tepat guna, tepat sasaran, dan berorientasi pada kebutuhan prioritas masyarakat.
“Seminim apa pun anggaran yang dikelola oleh setiap organisasi perangkat daerah (OPD), apabila digunakan secara tepat guna dan tepat sasaran pada skala prioritas, maka masyarakat tetap dapat merasakan manfaatnya. Sebaliknya, anggaran yang besar pun tidak akan memberikan kepuasan apabila tidak dikelola dengan baik,” ujar Johansyah.
Ia menjelaskan, sejak pertengahan 2025 sejumlah perusahaan yang selama ini menjadi mitra pembangunan daerah memilih memindahkan operasionalnya ke luar daerah. Selain itu, beberapa perusahaan lainnya juga belum memberikan kepastian terkait kelanjutan aktivitas usahanya di Murung Raya.
Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kontribusi terhadap PAD serta berkurangnya aktivitas ekonomi yang selama ini turut menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Karena itu, Johansyah menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan penetapan skala prioritas oleh seluruh perangkat daerah dalam menyusun maupun menjalankan program kerja. Menurutnya, anggaran yang terbatas harus difokuskan pada sektor-sektor yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Dengan kondisi fiskal saat ini, pemerintah daerah perlu lebih selektif dalam menentukan program prioritas,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam mendukung pembangunan daerah dengan menyebarkan informasi yang positif dan edukatif melalui media sosial.
Menurut Johansyah, penyebaran informasi yang konstruktif dapat membantu menjaga optimisme masyarakat sekaligus mendorong partisipasi publik dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Murung Raya.
“Peran masyarakat sangat penting. Mari bersama-sama menyampaikan informasi yang membangun agar semangat untuk memajukan daerah tetap terjaga di tengah berbagai tantangan yang ada,” pungkasnya. (asd/sb).
Sinar Barito Pemersatu Banua