PURUK CAHU, onlinesinarbarito.com – Kepemimpinan yang kuat tidak hanya ditopang oleh kebijakan dan pembangunan fisik, tetapi juga oleh nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi moral dalam menjalankan amanah. Hal tersebut tercermin dari komitmen Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, yang dikenal aktif menjalin silaturahmi dengan para ulama, habaib, tokoh agama, dan pemuka masyarakat.
Komitmen itu kembali terlihat dalam kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Kawasan Wisata Religi Baras Kuning, Desa Datah Kotou, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Dina Maulidah, unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang bersama-sama menyemarakkan momentum pergantian tahun Hijriah.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin turut menyampaikan sambutan dan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat yang hadir.
Kehadiran Rahmanto dalam forum keagamaan tersebut dinilai sebagai bentuk konsistensinya dalam membangun hubungan yang harmonis dengan para ulama. Bagi dirinya, ulama memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menjaga nilai-nilai moral, memperkuat persatuan, serta memberikan nasihat dalam menjalankan roda pemerintahan.
Berdasarkan undangan dan dokumentasi kegiatan yang beredar, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat turut dijadwalkan hadir, di antaranya para habaib, pengasuh majelis taklim, tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), kepala desa, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peringatan 1 Muharram tidak hanya menjadi agenda keagamaan semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan para tokoh agama dalam memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Dalam tradisi masyarakat Indonesia, khususnya di daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius, kedekatan pemimpin dengan ulama memiliki makna yang penting. Ulama tidak hanya berperan sebagai penjaga nilai keagamaan, tetapi juga menjadi sumber nasihat dan pertimbangan moral dalam kehidupan sosial maupun pembangunan daerah.
Seorang pemimpin yang membuka ruang dialog dengan ulama menunjukkan komitmen untuk mendengarkan aspirasi masyarakat sekaligus menjaga arah pembangunan agar tetap selaras dengan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Semangat tersebut tampak melekat pada sosok Rahmanto Muhidin. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap meminta doa dan masukan dari para tokoh agama sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan pembangunan Murung Raya yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat.
Momentum Tahun Baru Islam sendiri memiliki makna yang mendalam. Selain menandai pergantian kalender Hijriah, 1 Muharram juga menjadi simbol hijrah, yakni perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Semangat hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah mengandung nilai pengorbanan, persatuan, dan transformasi yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat maupun pembangunan daerah.
Pesan tersebut tercermin dalam rangkaian kegiatan yang mengangkat tema peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT, mengenang perjuangan para pendahulu, serta memperkuat semangat perubahan dan persatuan. Nilai-nilai itu sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam membangun daerah yang maju tanpa meninggalkan identitas religius dan budaya lokal.
Selain sambutan dari Wakil Bupati, kegiatan juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, ceramah agama, zikir, serta doa bersama. Rangkaian acara tersebut menjadi ruang refleksi spiritual bagi masyarakat sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Di tengah tantangan pembangunan, perubahan sosial, dan dinamika ekonomi, keberadaan ulama sebagai penyejuk sekaligus penuntun moral tetap menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Karena itu, sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan para tokoh agama menjadi modal sosial yang berharga dalam menjaga keharmonisan dan stabilitas daerah.
Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di Baras Kuning menjadi gambaran nyata eratnya hubungan antara pemerintah daerah dan ulama di Kabupaten Murung Raya. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, pemerintah tidak hanya hadir sebagai penyelenggara pemerintahan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang menghormati nilai agama dan tradisi.
Diharapkan, semangat hijrah yang menjadi ruh Tahun Baru Islam dapat menjadi energi positif dalam mewujudkan Murung Raya yang maju, religius, harmonis, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat. (asd/sb).
Sinar Barito Pemersatu Banua