Langsung ke konten
Banner
Terbaru
Banjarmasin

Anggaran Terbatas Bang Dhin Tekankan Pembangunan Tepat Sasaran

Oleh Ikhsan · 5 Oktober 2026 · 3 menit baca · 4 views

BANJARMASIN, onlinesinarbarito.com – Jalan yang layak, ketersediaan pangan, pendidikan berkualitas, hingga pelayanan publik sama-sama dibutuhkan masyarakat. Namun, ketika anggaran daerah terbatas, pemerintah harus menentukan program mana yang perlu didahulukan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.

Persoalan menentukan prioritas itulah yang menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjari ke DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (5/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin, S.E., M.A.P., atau yang akrab disapa Bang Dhin, memaparkan perspektif perencanaan pembangunan daerah kepada para mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan daerah tidak berjalan tanpa arah, melainkan melalui proses perencanaan yang diatur dalam berbagai regulasi dan mekanisme dengan melibatkan pemerintah serta masyarakat.

Salah satu mekanisme tersebut ialah Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), yang membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan usulan pembangunan melalui pendekatan dari bawah ke atas atau bottom-up.

Selain itu, terdapat pendekatan dari atas ke bawah atau top-down, yakni melalui kebijakan dan arah pembangunan yang ditetapkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Kedua pendekatan tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan program pembangunan. Melalui mekanisme itu, berbagai kebutuhan dan usulan dihimpun untuk dipertimbangkan dalam menentukan arah kebijakan sesuai kondisi serta kemampuan anggaran.

Menurut Bang Dhin, pemahaman mengenai perencanaan pembangunan penting dimiliki mahasiswa. Pengetahuan tersebut membantu generasi muda memahami bagaimana sebuah kebijakan dirumuskan, bagaimana prioritas ditentukan, serta mengapa tidak semua usulan dapat direalisasikan secara bersamaan.

Bekal itu juga dinilai berguna bagi mahasiswa yang kelak berkiprah di bidang pemerintahan, politik, maupun sektor lainnya.

Suasana diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai berbagai persoalan pembangunan daerah, mulai dari infrastruktur, ketahanan pangan, pendidikan, hingga pelayanan publik.

Beragam isu tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan memiliki cakupan luas dan setiap sektor menyimpan kebutuhan yang sama-sama penting. Tantangannya terletak pada kemampuan menentukan program yang paling mendesak dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Bang Dhin menegaskan bahwa keterbatasan anggaran dan sumber daya membuat pemerintah perlu mempertimbangkan skala prioritas secara cermat. Penentuan prioritas bukan berarti mengabaikan sektor lain, melainkan mengatur tahapan pelaksanaan berdasarkan kebutuhan dan besarnya manfaat yang dapat dihasilkan.

“Jalan penting, pangan penting, pendidikan juga penting. Tetapi dengan anggaran yang terbatas, kita harus mampu menentukan program yang dampaknya paling besar bagi masyarakat. Itulah yang kemudian menjadi prioritas pembangunan,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Melalui kunjungan akademik ini, mahasiswa diharapkan memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai proses perencanaan pembangunan dan dinamika pengambilan kebijakan di tingkat daerah.

Pemahaman tersebut menjadi penting agar generasi muda tidak hanya melihat hasil pembangunan, tetapi juga mampu memahami proses, pertimbangan, dan tanggung jawab di balik setiap keputusan yang diambil pemerintah.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga oleh ketepatan memilih kebutuhan yang harus didahulukan demi kepentingan masyarakat. (adv/sb).

Bagikan:
Pedoman Media Siber | Redaksi | SOP Perlindungan Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kode Etik Internal Perusahaan | Kode Etik Perilaku Perusahaan Pers| Kode Etik Perilaku Wartawan | Jenjang Karier Kewartawanan| Peraturan Perusahaan Pers | Pedoman Pemberitaan Ramah Anak