Setiawan menjelaskan bahwa Pawai Ta’aruf memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar seremoni pembuka. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah momen penting untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.
Secara filosofis, Pawai Ta’aruf berfungsi sebagai deklarasi publik tentang kesiapan umat Islam Kalteng untuk memuliakan Al-Qur’an. Parmana Setiawan melihat pawai ini sebagai tradisi yang mengakar, yang secara efektif menyatukan masyarakat Barito Utara dan tamu dari luar daerah dalam semangat persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah). Nilai kebersamaan yang terjalin saat pawai menjadi pondasi sosial bagi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan MTQH.(ma)
Sinar Barito Pemersatu Banua